Rabu, 16 Juli 2014

Huh....

Tulisan berikut akan membahas bagaimana proses membaca sebuah buku berstruktur secara cerdas.
Bayangkan Anda akan membaca sebuah buku dengan topik pengembangan diri sebanyak 300 halaman.
Apakah Anda akan langsung melakukan pembacaan secara keseluruhan?
Jawabannya tidak. Mungkin Anda bisa langsung membaca buku tersebut dari halaman pertama sampai terakhir, tapi kalau dilakukan tanpa persiapan, besar kemungkinan pemahaman akan bahan bacaan tidak akan baik.
Banyak ahli di bidang pendidikan dan baca cepat mengajarkan metode membaca yang meliputi tahapan berikut:
  • Survey
  • Question
  • Read
  • Recite
  • Review
Teknik ini dikenal dengan nama SQ3R. Ada pula teknik yang mirip dengan nama sedikit berbeda seperti PQRST (Preview – Question – Read – Summarize – Test) atau dalam buku The Evelyn Wood Seven-Day Speed Reading and Learning Program, Stanley D Frank menjelaskan teknik yang disebut Pembacaan Berlapis (Layered Reading) dengan tahapan: Overview – Preview – Reading – Postview – Review).
Inti dari kesemua cara tersebut kurang lebih sama yakni:
  1. Adanya proses persiapan sebelum pembacaan secara penuh dilakukan
  2. Adanya proses pengulangan atau review untuk memastikan pemahaman akan bahan bacaan
Untuk kemudahan, saya akan menggunakan pendekatan SQ3R sebagai berikut:
1. Survey
Yakni proses persiapan membaca dengan cara melihat secara sekilas isi buku mulai dari judul utama, sub judul, cover buku bagian belakang yang menjelaskan secara ringkas topik yang dibahas, kata pengantar dari penulis, maupun daftar isi.
Proses selanjutnya dari tahapan Survey adalah dengan membuka secara cepat halaman demi halaman dan memperhatikan bagian judul bab, sub judul bab, kata-kata khusus yang bercetak tebal atau miring, tabel, gambar sambil mencoba mendapatkan ide besar dari buku tersebut.
Survey yang sukses akan menghasilkan gambaran umum tentang isi buku sekaligus menciptakan minat yang kuat untuk memahaminya. Ini merupakan modal penting untuk membantu proses membaca cepat isi buku secara keseluruhan disamping memastikan tingkat pemahaman yang tinggi akan isi buku.
2. Question
Tahap ini dilakukan bersamaan dengan proses survey terutama ketika Anda mempelajari daftar isi serta mulai membaca sekilas halaman demi halaman secara cepat.
Sambil Anda membaca judul bab, sub judul bab, kata-kata khusus bercetak tebal atau miring, tabel dan gambar maka pada saat yang sama Anda melakukan proses bertanya kepada diri sendiri. Di sini Anda melakukan proses aktif dengan melakukan analisa, sintesa maupun argumentasi terhadap pokok pikiran yang disampaikan penulis buku. Anda bisa menciptakan berbagai pertanyaan seperti:
  • Menurut saya bab ini harusnya menjelaskan terlebih dahulu tentang apa itu “Pengembangan Pribadi”
  • Menurut saya pengembangan pribadi tidak hanya bersifat skill semata, melainkan pula pengembangan spiritual. Akan tetapi penulis buku ini sepertinya lebih fokus pada pengembangan pribadi yang bersifat skill.
  • Saya percaya bahwa pengembangan pribadi akan membantu orang untuk sukses. Namun saya juga meyakini ada faktor-faktor lain yang menyertainya, termasuk Tangan Tuhan di dalamnya.
  • Dan seterusnya
Perhatikan dari pertanyaan-pertanyaan di atas, seorang pembaca telah melakukan proses dialog aktif bahkan sebelum pembacaan secara penuh dilakukan. Dengan demikian, secara mental pembaca tersebut sudah siap untuk terjun ke dalam isi bacaan termasuk untuk menguji pembahasan yang diajukan penulis buku dengan apa-apa yang telah dipelajari dan dipahami sebelumnya oleh pembaca tersebut.
Proses inilah yang nantinya akan membantu terjadinya membaca secara aktif. Lewat cara ini, pembaca tidak sekedar “menurut” dengan apa yang disampaikan penulis melainkan turut melakukan analisa, sintesa maupun argumentasi terhadap isi buku.
3. Read
Setelah dua tahap di atas dilakukan, maka mulailah proses membaca secara keseluruhan dilakukan. Dengan adanya persiapan sebelum membaca, maka proses baca keseluruhan isi dapat dilakukan dengan kecepatan tinggi. Hal ini dibantu karena pembaca tersebut telah mengenali ide pokok yang disampaikan penulis, memahami strukturnya, maupun terminologi yang banyak dipakai.
Proses pembacaan keseluruhan ini dapat dilakukan dengan break di tiap akhir bab untuk kemudian melakukan review atau dengan cara menyelesaikan dulu secara total.
4. Recite
Proses resitasi atau melakukan refleksi atas bahan bacaan dapat Anda lakukan segera setelah mengakhiri satu bab. Langkah ini dilakukan untuk menguji pemahaman atas apa yang telah dibaca. Proses ini dilakukan dengan menceritakan ulang pokok pikiran yang dibahas dalam buku tersebut dengan gaya bahasa Anda sendiri.
Jika hal tersebut dapat dilakukan menunjukkan bahwa Anda memahami isi buku tersebut. Namun jika hal tersebut tidak dapat dilakukan, maka pemahaman Anda sebenarnya masih diragukan.
Proses resitasi ini sangat bermanfaat terutama ketika membaca buku-buku teks perkuliahan yang wajib dikuasai. Proses ini tidak berusaha menghafal apa-apa yang Anda baca melainkan berusaha memahami dengan bahasa sendiri apa-apa yang telah dibaca.
5. Review
Ketika kita menyerap informasi, maka apa-apa yang dibaca akan masuk ke dalam memori jangka pendek. Proses review dilakukan setelah proses membaca selesai agar apa-apa yang dibaca tidak hanya masuk dalam memori jangka pendek melainkan masuk ke memori jangka panjang. Dengan demikian, kapanpun Anda perlu mengingat kembali materi bacaan tersebut, tinggal melakukan proses pemanggilan dari memori jangka panjang.
Proses review awal dilakukan segera setelah mengakhiri bahan bacaan. Hal ini dilakukan mirip dengan proses “Survey” di mana Anda membolak-balik halaman secara cepat sambil melakukan review singkat untuk memastikan apa-apa yang dibaca telah terpahami.
Proses review ini cukup menghabiskan waktu 5 menit saja dan akan bermanfaat sekali dalam jangka panjang terutama terkait pemahaman dan ingatan akan bahan bacaan.
Jika Anda mengabaikan proses review ini, mungkin Anda masih dapat mengingat dengan baik isi bahan bacaan. Akan tetapi, dalam 24 jam pemahaman tersebut akan turun cukup banyak dan terjadi penurunan drastis setelah seminggu.
Buat Anda yang masih berkuliah atau menjalani pendidikan, proses review yang sama perlu dilakukan segera setelah Anda menjalani proses perkuliahan untuk satu topik. Dengan demikian Anda akan menghemat waktu dalam menguasainya dibandingkan dengan berusaha membaca kembali setelah 1 bulan atau menjelang ujian.
Setelah proses review pertama dilakukan, proses review berikutnya dapat dilakukan setelah seminggu dan sebulan. Dengan cara ini, apa-apa yang Anda baca akan masuk ke memori jangka panjang dan akan terus diingat dan dipahami bertahun-tahun.
Selamat membaca cepat dan cerdas.
MACAM-MACAM METODE MEMBACA
1.SQ3R
Survey-Question-Read-Recite-Review
2.SQ4R
Survey-Question-Read-Recite-Rite-Review
3.POINT
Purpose-Overview-Interpret-Note-Test
4.OK4R
Overview Key-Ideas-Read-Summarize-Test
5.PQRST
Preview-Question-Read-Summarize-Test
6.RSVT
Review-Study-Verbalize-Preview
7.EARTH
Explore-Ask-Read-Tell-Harvest
8.OARWET
Overview-Ask-Read-Evaluate-Test
9.PANORAMA
Purpose-Adaptability-Need-to-Question-Overview-Read-Annotate-Memorize-Access




1. SQ3R

Dari berbagai macam teknik diatas, ke semuanya memiliki kesamaan mengajarkan pada kita untuk menemukan ide pokok dan detail informasi lainnya untuk mendukung ide pokok tersebut. Namun yang sering dipakai adalah SQ3R.
Berikut detail mengenai SQ3R
<=>Survey
Melakukan survey terhadap bacaan yang akan kita baca membantu kita untuk mendapatkan lebih isi dari bacaan serta memudahkan kita mendapatkan maksud dari informasi yang akan kita baca. Survey akan menolong kita mendapat gambaran awal tentang suatu buku yang akan kita baca, Survey bisa dilakukan dengan menelurusi daftar isi, kata pengantar, bab, indeks, gambar, tentang pengarang, dan lainnya. Lakukan survey dengan cara cepat, santai namun rekam hal-hal penting secara global seperti tema, ide pokok, tujuan dari buku ditulis, dan lainnya.
<=>Question
Ketika kita melakukan survey, maka buatlah sebanyak-banyaknya pertanyaan mengenai bacaan yang akan kita baca. Pertanyaan bisa dibuat dengan menanyakan judul bacaan, atau daftar isi, sub judul dan pertanyaan lainnya yang lebih berkembang. Pertanyaan bisa memakai kata tanya MENGAPA, SIAPA, APA, DIMANA, BAGAIMANA dan lainnya. Misalnya kamu menemukan judul buku "Cara Belajar Cepat Abad XXI". Judul ini bisa kamu ubah menjadi "Bagaimana Cara Belajar Cepat Abad XXI?" atau "Mengapa Abad XXI Membutuhkan Cara Belajar Cepat Sekarang Ini?", "Apa yang terjadi bila kita tidak belajar cepat sekarang ini?". Usahakan membuat pertanyaan-pertanyaan ini tidak sekedar judul saja, tapi buatlah juga untuk sub judul. Untuk itu bisa dilakukan ketika mensurvey daftar isi.
<=>Read
Mulailah membaca dengan menyimpan banyak pertanyaan yang kamu buat sebelumnya. Ini akan membuat kita lebih antusias lagi dalam membaca. Pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab membuat pembaca akan bersemangat untuk menemukan banyak hal dari buku/bacaan yang ia baca. Pada masing-masing bab, cobalah untuk mencari masing-masing jawaban dari pertanyaan yang telah dibuat dalam pikiran kita. Ada beberapa saran ketika kita membaca:
1. Usahakan melatih kebiasaan yang tidak efektif dalam membaca seperti bersuara,
menggerakkan kepala, membaca ulang kalimat? atau kata-kata yang tidak terlalu penting.
2. Ada yang menyarankan untuk tidak memberi catatan untuk kata atau kalimat yang tidak kita
pahami. Namun berilah suatu tanda, misalnya untuk kata-kata atau kalimat yang tidak
dipahami berilah tanda tanya (?), untuk ketidak setujuan pada isi kalimat berilah tanda (X)
atau tanda check (v) untuk hal-hal yang kita setujui. Atau tanda arah (-->) untuk paragraf
atau kata atau kalimat yang harus kita tinjau ulang, serta tanda peti ("...") sebagai
isyarat/kalimat kunci.
<=>Recite
Setiap membaca beberapa judul atau sub judul, usahakan ada jeda atau istirahat sebentar. Hal ini berfungsi untuk memberi kesempatan pada otak kita untuk mencerna apa-apa saja yang telah dipahami. Gunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat. Adakah kita menemukan jawaban atau beberapa petunjuk lain. Pengetahuan baru apa yang kita dapatkan setelah proses membaca. Dan ternyata untuk proses ini dibutuhkan waktu yang cukup. Renungkanlah apa-apa yang telah kamu baca. Misalnya diperjalanan, waktu mau tidur, waktu luang kamu dan lain-lain. Jangan ragu untuk selalu mengaktifkan otak kita untuk selalu berpikir.
<=>Review
Langkah terakhir adalah me-review apa-apa saja yang telah kita baca. Begitu banyaknya informasi yang datang ke kita setiap harinya, membuat informasi yang lama akan cenderung mudah dilupakan. Dan informasi yang baru justru akan lebih mudah diingat. Untuk itulah perlu dilakukan review setelah kita membaca, terutama bila kita membaca sebuah buku yang sarat akan informasi ilmiah dan membutuhkan pemahaman secara mendalam. Melakukan review bukan berarti kita membaca ulang seluruh isi buku, namun kita menelusuri kembali secara global judul-judul, sub judul, kata-kata kunci dan hal-hal yang sudah kita tandai pada waktu kita membaca buku. Dengan melakukan review akan sangat menolong kita dalam meningkatkan daya ingat serta menemukan hal-hal penting dari bacaan yang telah kita baca. Selain itu, hal ini akan menambah keyakinan kita bahwa dengan membaca dapat memberikan manfaat yang sangat besar, salah satunya adalah pengetahuan baru yang kita simpan dalam otak kita.

SQ3R, yaitu Survey (melakukan peme-
riksaan secara umum), Question (meng-ajukan pertanyaan-pertanyaan pokok: apa, mengapa, bagaimana, dst), Read (melakukan pembacaan), Recite (menceritakan pokok-pokok yang dibaca de-ngan bahasa sendiri) dan Review (meng-ulangi saripati teks bacaan yang dibaca).
· SQ4R, Survey, Question, Read, Recite,
“Rite” (dari write, menuliskan pokok-pokok penting yang perlu diingat), Review.
· POINT, yaitu Purpose (mencari tahu
dahulu apa maksud penulis dengan tulisannya), Overview (melakukan peninjauan tulisan secara umum, dengan jalan membacanya), Interpret (menganalisa dan menafsirkan pesan dalam tulisan), Note (mencatat hal-hal yang penting dalam tulisan), Test (menguji apakah si pembaca sudah menguasai isi tulisan dengan jalan menjawab beberapa per-tanyaan penting berkaitan dengan isi tulisan).
· PQRST, Preview (melakukan peninjauan
umum), Question, Read, Summarize (meringkas isi tulisan), Test.
· Kita bisa memilih dan mengembangkan strategi yang dikemukakan di atas. Sebagai latihan, baca dan pahamilah teks bacaan berikut ini (dikopi dari Suara Pembaharuan, 25 November 1999) dengan menggunakan strategi/teknik PQRST.

2. SQ4R
Adalah pengembangan SQ3R, ditambah Rite ( pemberian contoh )
SQ4R, Survey, Question, Read, Recite,
“Rite” (dari write, menuliskan pokok-pokok penting yang perlu diingat), Review.

3. POINT

POINT, yaitu Purpose (mencari tahu
dahulu apa maksud penulis dengan tulisannya), Overview (melakukan peninjauan tulisan secara umum, dengan jalan membacanya), Interpret (menganalisa dan menafsirkan pesan dalam tulisan), Note (mencatat hal-hal yang penting dalam tulisan), Test (menguji apakah si pembaca sudah menguasai isi tulisan dengan jalan menjawab beberapa per-tanyaan penting berkaitan dengan isi tulisan).

PQRST
PQRST, Preview (melakukan peninjauan
umum), Question, Read, Summarize (meringkas isi tulisan), Test

10.RSVT
Review-Study-Verbalize (menyatakan secara lisan, mengungkapkan dengan kata-kata) -Preview
11.EARTH
Explore-Ask-Read-Tell-Harvest
12.OARWET
Overview-Ask-Read-Evaluate-Test
13.PANORAMA
Purpose-Adaptability-Need-to-Question-Overview-Read-Annotate-Memorize-Access



SISTEM MEMBACA CEPAT DAN EFEKTIF


Disusun oleh
Agustinus Suyoto, S.Pd

I.                 PENDAHULUAN
Manuia modern tampaknya tidak dapat melepaskan diri dari media komunikasi. Salahsatu media komunikasi yang banyak dihadapi adalah media tulus baik buku teks maupun media massa. Setiap hari kita disuguhi banyak media massa., apalagi dalam era keterbukaan dan reformasi seperti saat ini. A[abila kita tidak menaruh perhatian pada media massa tersebut, pastilah kita akan tertinggal. Sebaliknya, apabila kita ingin membaca semua informasi tulis tersebut, pastilah banyak waktu tersita hanya untuk membaca. Untuk itu ketrampilan membaca dengan cepat dan efektif perlu dimiliki oleh semua pihak baik pelajar, mahasiswa, maupun manusia lain yang ingin terlibat secara aktif dalam percaturan kehidupan.
Ada berbagai jenis membaca dan masing-masing jenis mempunyai spesifikasi dan fungsi khusus. Untuk itu, jenis-jenis tersebut perlu dipahami sehingga kita dapat semakin meningkatkan kemampuam membaca baik kemampuan membaca cepat maupum kemampuan membaca efektif.

II.             MEMBACA CEPAT
Yang dimaksud membaca cepat adalah sistem membaca dengan memperhitungkan waktu baca dan tingkat pemahaman terhadap bahan yang dibacanya. Apabila waktu bacanya semakin sedikit dan tingkat pemahamannya semakin tinggi, maka dikatakan bahwa kecepatan baca orang tersebut semakin meningkat.
Pada umumnya orang yang belum pernah mendapat latihan membaca pasti memiliki kecepatan baca yang lebih rendah dari kemampuannya. Ada beberapa hal yang menyebabkan rendahnya kecepatan baca seseorang, antara lain
a.     Kebiasaan lama yang telah mendarah daging seperti menggerakkan bibir untuk melafalkan, menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri, dan menggunakan jari atau benda untuk menunjuk kata-kata yang dibacanya.
b.     Tidak agresif (tidak bersemangat) dalama usaha memahami arti bacaan.
c.      Persepsinya kurang sehingga lambat dalam menginterpretasikan apa yang dibacanya.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kecepatan baca seseorang terhambat, antara lain
a.     Vokalisasi, yaitu membaca sambil bersuara atau mengucapkan kata demi kata yang dibacanya.
b.     Gerakan bibir pada waktu membaca baik bersuara mauapun tak bersuara.
c.      Gerakan kepala mengikuti kata-kata yang dibacanya.
d.     Menunjuk (dengan jari atau alat lain) kata-kata yang dibaca pada waktu membaca.
e.     Regresi, yaitu gerakan mata melihat kembali beberapa kata yang telah dibacanya.
f.       Subvokalisasi, yaitu melafalkan apa yang dibacanya dalam hati atau pikiran.

Untuk meningkatkan kecepatan baca kita, pertama-tama kita perlu mengukur kecepatan baca kita. Untuk itu perlu diadakan pengukuran kecepatan baca kita. Rumusnya :
(Jumlah kata yang dibaca dibagi jumlah detik untuk membaca dikalikan 60) dikalikan prosentase pemahaman.

Kecepatan baca bergantung pada kebutuhan dan bahan yang dihadapinya. Pada umumnya kecepatan baca dapat dirinci sebagai berikut :
a.     Membaca secara skimmming dan scannning (lebih dari 1000 kpm)
Tipe membaca seperti ini biasanya digunakan untuk
-         mengenal bahan-bahan yang akan dibaca
-         mencari jawaban atas pertanyaan tertentu
-         mendapat struktur dan organisasi bacaan serta menentukan gagasan umum dari bacaan
b.     Membaca dengan kecepatan tingngi (500 – 800 kpm)
Tipe membaca seperti ini biasanya digunakan untuk
-         membaca bahan-bahan yang mudah dan telah dikenali sebelumnya
-         membaca novel ringan untuk mengikuti jalan ceritanya.
c.      Membaca secara cepat (350 – 500 kpm)
      Biasanya digunakan untuk
-         membaca bacaan yang mudah dalam bentuk deskripsi dan bahan-bahan nonfiksi lain yang bersifat informatif.
-         Membaca fiksi yang agak sulit untuk menikmati keindahan sastranya dan mengantisipasi akhir cerita.
d.     Membaca dengan kecepatan rata-rata (250 – 350 kpm)
Biasanya digunakan untuk
-         membaca fiksi yang komplek untuk analisis watak dan jalan ceritanya.
-         Membaca nonfiksi yang agak sulit untuk mendapatkan detail, mencari hubungan, atau membuat evaluasi ide penulis.
e.     Membaca lambat (100 – 125 kpm)
Biasanya digunakan untuk
-         mempelajari bahan-bahan yang sulit dan untuk menguasai isinya.
-         Menguasai bahan-bahan ilmiah yang sulit dan bersifat teknis
-         Membuat analisis bahan-bahan bernilai sastra klasik
-         Memecahkan persoalan yang ditunjuk dengan bacaan yang bersifat instruksional (petunjuk).

III.         MEMBACA PEMAHAMAN
Membaca pemahaman berkaitan erat dengan usaha memahami hal-hal penting dari apa yang dibacanya. Yang dimaksud membaca pemahaman atau komprehensi adalah kemampuan membaca ntuk mengerti ide pokok, detail penting, dan seluruh pengertian. Pemahaman ini berkaitan erat dengan kemampuan mengingat bahan yang dibacanya. Usaha efektif untuk memahami dan mengingat lebih lama dapat dilakukan dengan
a.     mengorganisasikan bahan yang dibacanya dalam kaitan yang mudah dipahami.
b.     Mengaitkan fakta yang satu dengana fakta yang lain atau menghubungkannya dengan fakta dan konteks.
Tingkat pemahaman dalam membaca berkaitan pula dengan sistem membaca yang dipakainya. Umumnya orang cendenrung langsung membaca teks tanpa mempersiapkan prakondisi sehingga pembacaaan terssebut menjadi efektif.
Ada beberapa sistem membaca, antara lain
1. SQ3R       : survey-question-read-recite-review
2. SQ4R       : survey-question-read-recite-rite-review
3. POINT      : purpose-overview-interpret-note-test
4. OK4R       : overview-key ideas-read-summarize-test

Salahsatu sistem yang banyak dikenal dan dipakai orang adalah SQ3R. Sistem membaca SQ3R dikemukakan oleh Francis P. Robinson pada tahun 1941. SQ3R merupakan proses membaca yang terdiri dari lima langkah, yaitu
1.     SURVEI
Survei atau prabaca adalah teknik mengenal bahan sebelum membacanya secara lengkap. Tujuan srvei adalah
  1. mempercepat menangkap arti
  2. mendapatkan abastrak
  3. mengetahui ide-ide penting
  4. melihan susunan (organisasi) bahan bacaan.
  5. Mendapatkan minat perhatian yang seksama terhadap bacaan.
  6. Memudahkan mengingat lebih banyak dan memahami lebih mudah.
Ada beberapa teknik dalam melakukan survei. Untuk tiap jenis bacaan, teknik surveinya berbeda.
  1. Tekni survei buku
- telusuri daftar isinya
- baca kata pengantar
- lihat tabel, grafik
- lihan apendiks
- telusuri indeks
  1. Teknik survei bab
- lihat paragraf pertama dan terakhir
- lihat ringkasan
              - lihat subjudul
  1. Teknik survei artikel
- baca judul
- baca semua subjudul
              - amati tabel
              - baca pengantar
              - baca kalimat pertama subbab
              - buatlah keputusan (dibaca atau tidak)
  1. Teknik survei klipping
- perhatikan judul
- perhatikan penulisnya

2.     QUESTION
Pada langkah ini kita mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang isi bacaan.
3.     READ
Perlu disadari bahwa membaca merupakan langkah ketiga, bukan langkah pertama.
4.     RECITE/RECALL
Pada tahap ini Anda dapat membuat catatan seperlunya
5.     REVIEW
Pada tahal ini Anda mencoba mengingat kembali dengan membaca ulang bacaan yang Anda baca.

Menemukan Ide Pokok Wacana
Memahami suatu teks berarti memahami ide pokok yang hendak disampaikan oleh penulis teks tersebut. Untuk itu fokus pembacaan haruslah diletakkan pada usaha memahami ide pokok penulis. Ide pokok suatu buku dapat dikenali dalam
a.     ikhtisar umum yang ada di awal buku
b.     ikhtisar bab
c.      ikhtisar bagian bab
d.     ide pokok paragraf
Kadang-kadang orang terlalu membuang waktu untuk detail sebelum dia menemukan ide pokoknya. Detail adalah fakta atau informasi yang dikemas dalam paragraf untuk membuktikan, menjabarkan, dan memberikan contoh yang mendukung ide pokok. Salahsatu cara mengenali detail penting adalah dengan mencari petunjuk-petunjuk yang digunakan oleh penulis untuk membantu pembaca, antara lain dengan
a.     ditulis cetak miring
b.     digarisbawahi
c.      dicetak tebal
d.     dibubuhi angka-angka
e.     ditulis dengan kode huruf (a,b,c,d)
Kata-kata kunci merupakan kata penuntun untuk membantu mengetahui jalan pikiran penulis. Kata kunci antara lain
a.     ungkapan penekanan
b.     kata yang mengubah arah
c.      kata ilustrasi
d.     kata tambahan
e.     kata simpulan

IV.          MEMBACA KRITIS
Membaca secara kritis adalah cara membaca dengan melihat motif penulis dan menilainya. Dengan demikian, pembca tidak sekedar membaca, melainkan juga berpikir tentang masalah yang dibahas. Hal yang harus diingat dalam membaca kritis adalah bahwa tidak semua yang ditulis itu benar.
Untuk itu kita harus mengikuti jalan pikiran penulis dengan cepat, akurat, dan kritis. Akurat artinya mampu membedakan hal yang relevan dan tidak relevan. Kritis artinya menerima pemikiran yang ditulis dengan dasar yang baik, logis, benar, dan realistis.
Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam membaca kritis adalah
a.     mengerti isi bacaan
b.     menguji sumber penulisan
c.      ada interaksi antara penulis dan pembaca.
d.     Memutuskan :menerima atau menolak ide penulis
Untuk dapat melakukan evaluasi terhadap gagasan orang lain, kita perlu mengingat-ingat secara lebih seksama apa saja yang dikemukakan oleh penulis. Untuk itu, ingatan sangat penting. Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh agar kita dapat mengingat lebih lama ddan lebih baik, yiatu
a.     hadapi bahan dengan tujuan
b.     survei apa saja yang perlu diingat
c.      cai fakta dan dapatkan dalam hubungannya dengana konteks
d.     kaitkan apa yang dibaca dengan yang telah diketahui.
e.     Perhatikan apa yang penting bagi Anda.

Dalam usaha menanggapi pendapata orang lain, kita tidak boleh melupakan hal-hal yang penting yang diungkapkan oleh penulis. Agar tidak terlupakan perlu dibuat sejumlah catatan dari bacaan yang kita baca. Pokok-pokok yang perlu dicatat antara lain
a.     bagian-bagian kunci :ide pokok, masalah, informasi penting
b.     asumsi penulis tentang segi tertentu
c.      detail atau fakta yang kita perlukan
d.     pokok-pokok yang menarik
Ada tiga jenis catatan, yaitu
a.     catatan berupa koleksi fakta dan detail penting
b.     catatan berupa kutipan kalimat, paragraf, kata kunci
c.      catatan berupa ringkasan

V.              SKIMMING DAN SCANNING
Skimming adalah cara membaca yang hanya untuk mendapatkan ide pokok bacaan. Scanning adalah cara membaca dengan cara melompat langsung ke sasaran yang dicari.
Bagian-bagian yanag dapat dilompati antara lain
a.     bagian yang telah diketahui dari buku lain
b.     bagian yang berisi informasi yang tidak memenuhi tujuan membaca
c.      bagian yang hanya merupakan contoh atau ilustrasi
d.     bagian yang merupakan ringkasan bab sebelumnya.
Yang dimaksud skimming adalah mencari hal-hal penting dari bacaaan. Fungsi skimming adalah
a.     untuk mengenali topik bacaan
b.     untuk mengetahui pendapat/opini orang
c.      untuk mendapatkan bagian penting yang kita butuhkan
d.     untuk mengetahui organisasi penulisan, urutan ide pokok, dan cara berpikir penulis.
e.     Untuk penyegaran apa yang pernah dibaca.
Scanning adalah teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang lain. Scanning biasa digunakan untuk
a.     mencari nomor telepon
b.     mencari kata pada kamus
c.      mencari eintri pada indeks
d.     mencari angka statistik
e.     melihat acara siaran televisi
f.       melihat daftar perjalanan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar